Travelindreamworld…

my dream, my thought, my desire

Archive for February 2012

balance?

leave a comment »

I dedicate this saturday to print out all of my material, esp. for algology and molecular genetics of bacteria. I feel like I’m fully biology student since I’m not even taking any other subject beside biochemistry. Nevermind, what’s on my mind is that I could gain higher gpa with taking only subject I’m mastering better. So, right now on, don’t ask me the crystal structure of fullerene, but ask me the crystal structure of protein (hey, the basic is just the same, right?-__-)

I have to and always willing to study genetics since I know that DNA is the very first fingerprint of every organisms on earth. Now I get the moment. yay, lets mastering genetics. hooho E.coli, let me know you better.

Again, I found another amazingly awesome Indonesian abroad, you can find it  here: http://www.pikiran-rakyat.com/node/177426. a young man made a spectacular record  for his achievement getting 4,0 gpa in a prospective school in US which is funded by Bill Gates. He’s Indonesian and that is, with no doubt absolutely cool! What a pity.. while in here, the case of Wisma atlet corruption become more and more complicated.This case is absolutely artificial, in my opinion. I feel like watching shit*y sinetron while listening to Angelina Sondakh’s confession. Where in Indonesia a politician talking real? what are they talking, were just fake! ujung2nya saya yakin yang kena yaa the most prominent people in this country. Alhamdulilah saya ga milih presiden yg sekarang waktu pemilu kemarin..

Miris ga sih? Great people like Hartadinata, and many other great Indonesian people are belonging to another country. They did something for another country, not for Indonesia. What’s wrong with Indonesia? this country is very rich, but still you can find beggar easily in the street.

Roughly Indonesia throws away smart and honest people outside, then what only left here is just damned, stupid, immoral politician. Ya Allah, uang untuk atlet sea games aja dikorupsi. See? this is the reason why Indonesia cannot moving forward. always left behind another country.

corruption is hell.

apakah ini cara Tuhan untuk menyeimbangkan Indonesia? disatu sisi banyak orang hebat yang berprestasi, di satu sisi banyak pemimpin yang korupsi?

they just don’t remember that this life is temporary, what do we do, what do we have, will be come back to our God in the end.

Also I thank God, for not having any interest in politics. saya sih mending 24 jam belajar genetika kaya si Harta, daripada ngurusin persidangan kasus wisma atlet. saya juga ga peduli, kalau orang sains dibilang anti sosial atau geek atau ga peka lingkungan. It’s nothing. dibanding saya korupsi?

politik di Indonesia emang bullsh*t, susah memang jadi orang jujur di negara ini. haus kekuasaan, haus uang, haus prestise, haus kehormatan..

what else do you expect, woy politikus2 sialan?

Written by travelindream

February 18, 2012 at 1:27 pm

Posted in Article, Review

a very luxurious wedding

leave a comment »

Hari Minggu malam kemarin saya ikutan papa saya ke undangan anaknya menteri agama. Tujuannya sih simpel, pengen makan enak dan ketemu menteri2 yang lain. hihi kapan lagi coba dateng ke undangan orang penting?

yasudah, with lack of preparation, lack of costume, jilbab, and make up, saya cabut aja ke Jakarta sekitar jam 5 sore. Venue udangannya di Hotel Mulia, deket Senayan. Dan ini adalah undangan yang paling ‘wah’ yang pernah saya datengin. Decoration, pre-wedding photo, artis2 yang diundang nyanyi, habis berapa ratus juta ya nikahan seperti ini? ckckck

Tadinya sih pengen langsung makan, tapi gajadi deh, pengen ikut salaman dulu sama ortu. soalnya yang namanya ngantri salaman itu panjaaaang bgt, kaya antri arung jeram di dufan. Belum lagi kalau ada tamu VIP dateng, kaya menteri apaa gitu, antrian orang biasa (kaya saya), di stop dulu. mempersilakan tamu VIP tersebut salaman dulu, plus foto. Bapa2 belakang saya udah marah2 aja tuh.

Tapi pas saya udah mau naik stage untuk salaman, ada Pak Habibie dateng dong. waaaaa sugoi!!! saya seneng ketemu Pak Habibie malam ini. Hihi Bapanya dateng sendiri loh, ga ditemenin sama siapapun. kalau menteri yang lain sih ada pendampingnya, lah Pak Habibie dateng sendirian. Keren banget si Bapaa… ah sayang ga sempet foto2, karena malu juga sih hihi

Overall, malem itu saya ketemu banyak politikus dan menteri2 yang notabene cuma saya liat di tv atau koran. jadilah saya dan mama saya tebak2an nama orang. ayo teh itu siapa? wkkwk

well saya ketemu pak Budiono, Hatta Rajasa, Alwi Shihab, Muhammad Nuh, Denny Indrayana, Hasan Wirayuda, Jusuf Kalla (aaah saya suka Bapa ini), Surya Paloh, Ratih Sang, Kristina, Syahrini, wkwkkwkwk Mama saya malah dengan noraknya ngajak salaman sama ratih sang dan Istrinya pak Jusuf Kalla.

For some other reason, inilah realita elite politik negara ini. While Indonesia katanya adalah one of poorest country on earth. Kalau dibandingakan dengan nikahannya anak Ahmadinejad sih beda jauuh. Pernikahan ini, wlaupun yang mengadakan Menteri Agama, jauh dari kesan Islami. Dari musiknya, musik barat. Ada foto pre-wedding segala. Mungkin supaya tidak mendiskreditkan ke agama Islam aja kali ya? mungkin..

kayanya nikahan very luxurious begini sudah biasa di kalangan elite politik negara ini. yeah pasti ada deal-deal an di balik pesta2an ini, di samping mau pemilu lagi kan taun 2014. dan yang saya ga suka adalah adanya pengkastaan tamu2. untuk tamu VIP ada ruang makan khususnya sendiri, sementara tamu biasa makan sambil berdiri. yaaah padahal kan saya pengen foto bareng pak Habibie, huhu..

Tapi yaa for some other reason, saat saya melangkah keluar dari ruang Ballroom hotel, pernah ga ya mereka yang duduk di ruang VIP itu terpikir orang-orang di bawah sana yang tinggal di balik triplek?

Written by travelindream

February 13, 2012 at 11:24 pm

Posted in Article, Review

Bad dream

leave a comment »

Kebiasaan buruk saya adalah membawa kecemasan ke dalam tidur. Benar saja, tadi malam saya mimpi buruk (lagi). karena sebelum tidur saya nungguin orang ga dateng2. saya mau nungguin, tapi ketiduran juga akhirnya. mungkin sudah terlampau lelah perjalanan Bogor-Bandung dan makan siang cuma sama indomie saja.

Saya pengen banget belajar korelasi antara pikiran sebelum tidur dengan mimpi. Neuroscience atau psikologi mungkin ya yang ky gt? Buktinya saya mimpi buruk terus kalau lagi banyak pikiran. Lu pa baca doa kali ya? Itu juga bisa, kalo melihat definisi mimpi buruk sih.

“Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)

ahh setan sialan, bikin mood pagi saya awut-awutan. astagfirullah.

Harusnya sih saya enteng2 aja ditinggalin kaya tadi mlm sendirian. toh saya punya segunung aktivitas untuk dikerjakan. tapi ini dia kelemahan terbesar saya juga. kalau ada sesuatu yang mengganjal, melakukan aktivitas apapun juga jadi ga karuan. Astagfirullah.

When will I become more mature?

saya ga dewasa banget siiiiiiiiiiiiiiiih….!!!!!

Written by travelindream

February 13, 2012 at 10:35 pm

Posted in Article, Life

Lajang dan Menikah

leave a comment »

I hope life’s getting better after this. yes I’m home, need some spaces after another ‘rush’ hour in lab. dan saya terlalu takut utk SDS-PAGE lagi untuk ngecek apakah proteinnya udah murni apa belom. huhuhu

anyway, it’s sunday. the day I decided to leave my TA for a while, then having another me-time to just reading and earning new inspirations. Mostly I spend it with reading books which I bought lately or just sitting in front of my laptop, reading people’s blog, or chatting ngalor-ngidul with si Mumut, while he plays Football Manager.

Lately I finished reading a novel, entitled ‘Rumah Coklat’ by Sitta Karina and finally got stuck in this blog: http://lajnmen.blogspot.com/

hoho dari judulnya saja sudah bisa ditebak itu novel dan blog untuk segmen wanita-wanita muda, urban, yang baru dan akan atau masih galau untuk menikah. well, setidaknya dari sini saya bisa menangkap kalau menjadi wanita modern, di zaman serba instan, berkarir, dan punya anak, plus hidup di kota besar kaya Jakarta, menimbulkan kegalauan tersendiri di kehidupan setelah berkeluarga. ya syukur-syukur kalau dapet suami yang family man, lah ini kalau suaminya jerk dan suka flirting di tempat kerjanya? hehehe, you can guess what’s gonna happen.

Sebenarnya saya ga begitu tertarik-tertarik amat dengan ‘marriage things’, tapi saya lumayan tertarik dengan ‘post-marriage things’. Hal-hal apa saja yang akan saya hadapi setelah menikah dan bagaimana menanamkan agama dengan baik setelah menikah nanti. tidak terjebak dengan kehidupan dunia yang begitu hedonis dan seringkali membuat kita jarang bersyukur.

Sekali lagi, kalau mau flashback ke awal ya, tujuan menikah itu apa sih sebenarnya? Terutama untuk perempuan lucu seperti saya ini,sebenarnya apa sih esensi menikah itu?

banyak perempuan yang menunda atau belum berani untuk menikah karena belum yakin kalau pasangannya adalah  ’the right one’ atau yang paling sering, takut kehilangan kebebasannya setelah menikah. karena saat menikah kita gabisa lagi kongkow2 seenak hati sama temen2, atau belanja2 baju lucu atau ngopi di Coffe bean, yang satu cup cappucino setara makan 3 porsi di Kantin Bengkok.

Nah yang paling rumit lagi adalah untuk perempuan yang ingin berkarir setelah berkeluarga. Perempuan tipe seperti ini (termasuk saya sih, ehehhe), biasanya mandiri dan berkeinginan untuk mencapai aktualitas diri tertinggi. Nah biasanya masalah Istri atau Ibu karir begini yang menimbulkan banyak friksi2 dalam rumah tangga. Iya kalau suaminya fine2 aja, lah kalau suaminya ga ridho? apalagi kalau earning istrinya lebih besar dari suaminya? hehehe, guess what will happen..

Saya sering banget denger curhatan Ibu2 S3 di lab. Yang paling susah untuk Ibu2 Ph.D ini (this is what I call women who still doing the research for her Ph.D while she already had children) adalah konsentrasi untuk riset dan anak (lah suaminya dikemanain yal? wkwkkw). Kayanya pas Ibu-ibu ini nyampe lab, supaya bisa tenang ngelab, semua urusan rumah harus sudah beres. Harus memastikan kalau anaknya oke2 aja dan suami terpenuhi kebutuhan sebelum ngantor. Tapi tetep aja, jadi Mommy scientis never be that easy. Harusnya riset itu ya full fokus riset, tapi ternyata kalau sudah berkeluarga get away lah itu browsing2 di rumah nyari jurnal. karena kalau udah di rumah, menurut Ibu2 itu, ya ngurus anak dan suami. Makanya waktu di lab jadi efektif banget  karena di rumah sudah ada tanggung jawab yg lain.

Mau tidak mau ini jadi cerminan kehidupan saya di masa depan. Saya mau sekolah lagi. Kalau Allah mengizinkan ya sampai Ph.D, kalau memang sampai master yasudah tidak apa2. well, saya mau jadi apa sih sebenarnya sekolah tinggi2 kalau memang ujung2nya jadi ibu rumah tangga?

Maka dari itu, sebenarnya yang paling penting sebelum menikah adalah PERSIAPAN. kenapa saya bilang paling penting? soalnya menikah itu beda sama pacaran. kalau pacaran udh ga sreg tinggal putus, ga usah repot2 ke KUA ngurus sidang perceraian.

Persiapan disini bukan cuma persiapan untuk resepsi nikahan, tapi persiapan untuk keseluruhan. Saya gatau akan nikah kapan, tapi kalau persiapan menikah gak ada salahnya dong saya lakukan dari sekarang?

Intinya, buat saya pernikahan adalah cita-cita ter’paling ga mungkin’ jika suatu saat terwujud. gimana ngga? saya yang ga mau diatur-atur, males beberes, gabisa masak, hobi tidur, ujug2 menikah dan harus mengatur hidup untuk dua orang.

makanya, saya bilang persiapan itu adalah hal terpenting. intinya mental harus siap, salah satunya adalah menentukan prioritas dan cita-cita setelah menikah. Saya mau jadi apa sih sebenernya? ada deh ;P

yang jelas gak semuanya akan saya share disini. cuma pemikiran saja tapi tidak dengan hal2 privasi. Yang jelas setelah baca-baca, jadi ibu rumah tangga tidak se’boring’ yang saya pikirkan sebelumnya. toh quality time dengan keluarga tidak akan terbayar dengan apapun.

tapi yang jelas saya tetap ingin membangun passion scientis dan menulis saya setelah menikah nanti. Tpi tetap tidak kehilangan esensi dari ngurus anak dan suami. Intinya bagaimana perempuan adalah tiang keluarga, dan berusaha membalancekan segala sesuatunya dalam rumah tangga. yes I’m gonna be a supermom!

satu lagi, getting to know who will be your husband is very important thing to do. At least kita harus tau sifat2 dasar dan karakter keseluruhan before we spend all of our life with him.

bagi saya, apa yang saya lakukan saat ini, semata-mata untuk masa depan juga. Salah satunya, ikut pertemuan Pak rektor di hari rabu. Selain untuk cari inspirasi riset, saya juga pengen tau politik kampus dan pandangan-pandangan Pak rektor mengenai kebijakan di dunia pendidikan Indonesia. Haha jarang2 loh kesempatan kaya gini, dan saya anak s1 2008 sendiri yang ikutan. cuek aja, untuk sesuatu yang worth it ky gitu ya saya bela2in datang. Satu hal lagi, saya in love with someone who’s dreaming to be an ITB rector someday. Siapa tau mimpi itu terwujud, saya sudah siap mental.

well well well, apapun itu, lajang atau menikah sama-sama punya resikonya sendiri-sendiri. So, apapun itu, persiapakanlah pilihan tersebut dengan baik. jadi lajang yang baik, atau istri yang baik.

hahaha, minggu depan saya mau ikutan sekolah pra-nikah di Salman. I’ll post it later. promise.. :P

 

 

 

 

Written by travelindream

February 12, 2012 at 2:25 am

Posted in Article, Life

Saturated

leave a comment »

saturated+saturated= very very saturated

yg jelas sesuatu yg saturated sangat tidak baik untuk kesehatan. lemak saturated, bisa bikin kolesterol darah naik, gabagus utk yg penyakit jantung.

suatu hubungan yg saturated, juga gabagus utk kesehatan. mental,pikiran, jantung juga. bikin emosi aja.

mungkin emang lebih baiknya menyingkir. apapun itu bentuknya.

kalau dia disana menikmati komunitas barunya, ya saya bersyukur. akhirnya doa saya terkabul. toh doa saya isinya semoga dia selalu dikelilingi orang-orang baik.

tapi ko tiba-tiba air mata sudah menetes lagi ya?

ya air mata bukan keringat.

ada setetes, dua tetes, tiga tetes, seratus tetes.

ah akmalia cengeng.

entah kenapa ada selintas kesepian yang menyelusup ke lorong hati. ketika dulu dia memilih pergi dgn teman lelakinya, ketika sekarang dia memilih pergi dengan senpai-atau siapanya itu lah, rasanya sama.

kesepian ditinggal, kesepian gak diperdulikan, kesepian gak dilihat, kesepian gak disapa.

kalau saya bisa lari 100 km lagi, saya akan lari lagi sampai sepanjang itu.

tapi sayangnya baru 1 km saya berlari kaki saya sudah lecet-lecet gak jelas. nafas sudah parau. perut sudah kram. kaki sudah tak menapak. mata sudah buram.

padahal kalau berlalri, saya bisa lupa semuanya. saya bisa lupakan apa yang tertinggal di belakang.

kalau diam, rasanya semua menumpuk di kepala. tertanggung di dada. dan tertahan di punggung.

apakah ibu saya dulu merasa sperti ini ketika ayah saya bekerja dari jam 6 sampai jam 6 lagi?

kadang kalau ayah saya pulang jam 11 malam ibu saya masih setia menunggu di ruang tv sementara saya sudah ke alam mimpi.

saya tidak pernah menyangka kalau aktivitas ditinggal dan menunggu akan menjadi sangat membosankan dan menyakitkan.

karena harapa saya terlalu tinggu kali ya, terlalu membayangkan yang indah-indah saja.

toh suatu saat dia akan menjadi dosen, rektor, presiden indonesia, presiden PBB, atau apalah..

dia bukan milik saya saja, bahkan tiga per empat hidupnya mungkin milik pekerjaannya dan orang-orangnya.

sampai sekarang pun saya masih tidak mengerti apa arti saya bagi dia..

dan apakah keberadaan saya nyata untuknya…

masih tanda tanya besar.

atau saya harus sendiri terus entah sampai kapan?

ya kalau harus sendiri juga gak apa-apa. saya suka sendiri. menulis, menggambar, menyanyi, berlari, bermain gitar..

semuanya sendiri.

menangis juga sendiri ko..

 

Written by travelindream

February 4, 2012 at 3:06 am

Posted in Life, Literature

I never understand man

leave a comment »

Bete pagi-pagi gara-gara dicuekin.

Harusnya sudah terbiasa dicuekin, ya memang sudah terbiasa. Makanya acara dicuekin pagi2 ini rasanya cuma bikin nyesek dan nangis-nangis sendiri sambil curhat disini. Pengennya blog ini isinya hal-hal objektif yang jadi pelajaran tersendiri dalam hidup saya, bukan hal-hal cengeng yg bikin sentimentil.

But, being ignored by a MAN is very much annoying. Trust me, it is really annoying!

Kalau dulu sekalinya dicuekin saya langsung marah. meledak2, maklum koleris.   terkadang saya introspeksi, saya terlalu berlebihan ya kalau minta diperhatiin? tapi apa susahnya sih bales ym dan telepon duluan pagi2?

kenapa bales email org lain aja cepet, semangat, bales ym saya LEMOT banget.

Hal-hal kaya gini yg bikin saya galau sendiri. Saya mendingan menyingkir. Nangis-nangis sendiri di kamar, pukul bantal, jeduk-jedukin kepala ke tembok, banting-banting gelas, tereak-tereak, jenggut-jenggut rambut (* ga segininya jg sih, ini versi freaknya ;P), yaah ujung2nya nangis terus istighfar.

I never understand man. Bahkan secuil isi hati lelaki saya ga bisa menerka sedikitpun. serius terlalu aneh. lebih susah dibanding biofisika. saya dapet nilai 45 dari 100 pas ujian aja ga sampe nangis2 gini, kenapa dicuekin pagi2 gini saya sampe depresi?? See, lelaki cuma bikin logika saya terbalik. Padahal harusnya saya lebih depresi pas dapet nilai biofisika jelek.

Kalau saya balik malem, emang dia peduli ya saya balik malem? No call, no message. Sementara pas saya ngabarin, saya balik malem karena bla bla bla, dimarahin. Pas dia lagi sibuk saya berusaha mengalihkan fokus ke hal lain, padahal dlm hati dongkol setengah mati. EH pas giliran saya sibuk, dia malah marah-marah. Maunya apa sih?

Diperhatiin salah, ga diperhatiin salah. Susah emang jadi lelaki. Sekalinya udah fokus sama satu hal. Seluruh otaknya cuma terisi sama hal tersebut. Jadi hal-hal lain itu NONSENSE, dan jangan harap dapet porsi perhatian. Kalau lagi tuga, yaudah tugas aja. Lagi nulis email, yaudah nulis email aja. Dan kalo emng fokusnya merhatiin saya, yaudah merhatiin saya sampe hal-hal ga penting pun diperhatiin. Cape deh.

Kalo saya ga gitu. Multi-tasking. dan saya emng selalu terbiasa melakukan banyak hal dlm satu waktu. apa yg harus saya lakukan saya list satu-satu. dan semuanya bisa saya lakukan sekaligus. misalnya browsing jurnal smbil chatting, tapi download video jalan, sambil bahan kuliah diprint. It works on me. semua perempuan rata2 seperti itu. bisa dibayangkan kalao misalnya perempuan kaya lelaki. Nanti anak pertama minta jemput sekolah, tapi kita belom selasai masak makan siang dan beres-beres rumah dan mandiin anak kedua. Kiamat aja deh

Dan ini sisi yg paling menyebalkannya dari lelaki. LEMOT. GAK PEKA. Pengen otoritas penuh ketika butuh dilayani untuk suatu hal.

Pernah ga sih terbayang di benak mereka kalo perempuan itu butuh diperhatikan? ga usah lebay2 ko sampe bawa bunga sebuket tiap hari dianter ke rumah. Cukup greeting di pagi hari dan message di mlm hari sekadar nanya, “sudah pulang apa belum? gimana TAnya?”

Kayanya kalo pakai turus saya yg nanya gitu terus deh sama si lelaki dibanding si lelaki nanya gitu sama saya.

Emang semua lelaki kaya gitu ya?

dan ini terjadi sama temen saya dan tunangannya. Jadi si tunangannya itu ada job dua minggu full smpe ga balik2 ke bandung. Trus si temen saya itu khwatir bgt. Di SMS, di BBM, telepon karena ga ada kabar sama sekali. Sampe status fbnya berubah 3 menit sekali dan isinya kegalauan dia krn si tunangan. pas dibales, cuma pesen singkat, “aa lagi sibuk teh, gabisa diganggu dulu”.

%!%&*%*&%#&*%*&*#%*&%*&%#*#%*&@*%&#*#%*&

saya yg denger aja smp ga ngerti harus gimana. Emang lelaki se freak itu ya sama kerjaannya? Plis. Sesibuk2nya saya lg ngeasisten, lg uji aktivitas atau ngitung kadar protein saya masih bisa bales SMS!

Selama ini saya berusaha untuk memahami lelaki. baca buku Why men lalalalaa, why women lalalala, yg smp berapa series gitu. Terus baca women brain, dan isinya ada comparison antara otak lelaki dan otak perempuan. As you know, otak lelaki itu isinya cuma SEX, sementara otak perempuan isinya adlah urusan rumah tangga.

DOh, makin ga ngerti lah saya. Pantesan aja lelaki ga pernah peka sama perempuan. Pernah ga sih mereke mikir kalo perempuan itu juga sama capenya kay mereka cari kerja? Dan ditambah lg, masalah poligami. Bukannya poligami ga boleh, tapi kata saya lelaki yg poligami sementara istrinya ga bermasalah sama sekali itu FREAK!

Kenapa susah banget mengerti lelaki? saya udah ga paham lagi harus pakai metode apa. dan perasaan dicuekin smpai sekarang masih sangat terasa menyiksa. Udah nangis-nangis juga masih aja tetep kerasa. Ditambah perut saya lg gabisa diajak kompromi. makin menyiksa?

saya harus gimana sekarang??? Mau gamau ya menerima dicuekin. Huh, ini udh keberapa ribunya dicuekin. Kalau dulu saya udh marah2 kali ya, sekarang ngga.

tapi jantung saya bedebar lebih kencang saking marahnya.

Yasudah saya push up aja 100 kali smbil berharap diare saya sembuh.

Damned with man. terserah lah mau ngapain..

 

 

 

Written by travelindream

February 3, 2012 at 12:17 am

Posted in Article, Review

cerita di awal semester 8

leave a comment »

Cerita apa ya?

Pengennya cerita-cerita yg bikin excited di awal2 semester ini. cerita yang mengingatkan kembali kalau semester ini adalah semester terakhir saya di ITB tercinta. semester yang saya, suer deh, gamau ngambil mata kuliah pilihan dalam ganas terlalu banyak kaya semester kemarin. ohmen, biokim fisik saya damn gagal total, tapi yg jelas saya akan menyiapkan revenge terbaik kalo nanti ada kuliah itu lg. yg lalu biarlah berlalu, let it gone be by gone…

TA saya? maju jalan dong. dengan kekuatan yg entah dr mana, hasilnya bagus. lumayan bagus. proteinnya teroverekspresi dan pita di 19 kDa lenyap setelah dipanaskan. msh ada tracenya sih tapi udh sedikit. dan semingguan kmrn smbl ngerjain laporan saya belajar mcm2 ttg pemurnian protein his-tagged, puncaknya kemarin sih. saya galau bgt, terus main deh ke FMIPA ketemu si Ibu, terus curhat mcm2. ahirnya diskusi sampai satu setengah jam lebih. ditanya mcm2, kenapa begini, kenapa begitu, dan cool, saya jadi dapet pencerahan. saya suka diskusi sm supervisor saya itu, twisted, tapi bikin saya mikir dalam-dalam ttg apa sih yg saya lakukan di lab selama ini. so when you are in galau mode on, come to the expert..

saya suka Ibunya, walaupun ada sebagian org yg  ngmng aneh2, she’s the best supervisor on earth.. iyalah, dari mulai PKM, LIYSF, Prosus, TA, di supervisor sama Ibunya terus. gimana tidak terbangun chemistry? hehehe, she’s the nice one, dan akan saya notice terus seumur hidup sebagai bagian dari ITB.

The next one adalah saya ngambil matkul pilihan di SITH, algologi. ga kapok gara2 nilai mikro makanan kmrn yg biasa aja, saya mau buktikan kalo saya juga bisa ko dapet nilai sebagus anak mikro. belajar di kimia sm di biologi itu totally different. ujiannya jg totally different. selama di kimia saya HAMPIR ga pernah MENGHAPAL. Jarang bgt saya ngapal, bhkn biokim yg ky gtu pun saya ga pernah ngapalin 20 asam amino. jadi kalo ujian di kimia saya jelek, ya berarti emng ga ngerti aja konsepnya. ga ngerti aja ini rumus harus diapain. tapi kalo di biologi rasanya ujian itu very very close to the slides. ujiannya mirip di slide, dan jawabnya juga kalo mau perfect ya sama persis kaya di slides. Hahaha saya ga gtu dong. saya baca, saya resapi, jawabnya yg sesuai pemahaman saya, dan ky nya teori2 atau konsep saya banyak yg salah jadinya nilainya tetot abis. dan saya lihat anak2 biologi itu sudah terbiasa menghapal, keren abis. saya sih ga sanggup kalo harus ngapal berlemba2 slide ky gtu. susah dan cepet lupanya.

tapi saya masih yakin sih, biologi itu ga perlu menghapal. cukup banyak baca, ngerti intinya, dikembangkan sendiri. tapi ya itu diaa, belum ketemu benang merahnya. bagaimana belajar yg baik ketika dihadapkan pada pelajaran yg perlu menghapal banyak. secara di kimia ga perlu gt, cukup ngerti konsep. satu rumus bisa diturunin jadi mcm2 rumus dan dipakai utk kasus yg beda2.

hmmm, balik lagi ke algologi. dosennya ternyata super nyentrik! wkwkwk, parah. dosen ini adalah dosen yg ga ada jaim2nya di depan mahasiswa. kalo ngelawak bener2 ngelawak. otomatis sepanjang pelajaran saya ketawa terus dan mlh lebih tertarik ke omongan si Bapanya daripada pelajarannya. tapi ini dia yg saya suka dari dosen2 ITB. tujuannya sama, walaupun karakter dan cara mengajarnya berbeda. mengedukasi dengan inspirasi. dua sks, ga melulu kuliah ttg matkul itu. tapi banyak pelajaran2 hidup yg didapat dari cerita2 dosen. ttg dulu kuliah, ttg hidup sehari2, research, proyek, asik abis. kalaupun ada dosen yg tertutup (commonly dosen perempuan), saya yakin, di luar kelas kalo ngobrol pasti sama asiknya. ngobrol2 aja iseng, nanti dapet cerita banyak, dan jadi menyenangkan ujung2nya.

Pokoknya dari Bapa yg mengajar algologi, saya dapatkan konsep baru ttg scientis. kamu mau jadi scientis yg bagaimana? awalnya bapanya cerita2 ttg kegalauan pas ngmbil jurusan science. yg everybody knows ini adalah jurusan yg menyedihkan di Indonesia. Noted: di Indonesia ya, kalau di Inggris jurusan Science malah high-class standard.

intinya ada dua, scientis yg IDEALIS dan scientis yg INDUSTRIALIS. well, kalo yg idealis bapanya merefer ke salah satu dosen biokimia yg dulu saya sempet incer jadi pembimbing. Idealis disni adalah berpegang teguh pada prinsip-prinsip diri. percaya kalo seimpossible apapun, kalo emng punya niat pasti akan terwujud. contohnya mendirikan pabrik bioetanol dgn modal sendiri. kedua, scientis yg industrialis. gampang nya sih gini, saya mendingan jadi expert di bidang bietanol lalu kerja di perusahaan bioetanol di Jerman, dibandingkan mendirikan pabrik bioetanol di Indonesia dari nol. dan Bapanya secara eksplisit bilang, kalo dia termasuk yg scientis yg industrialis. kenapa? soalnya hidup itu kejar-kejaran dengan waktu. kalo mau saingan bioetanol sama Jerman ya jelas dari segi teknologi kalah jauh. Jerman punya mcm2 hig tech maintenance dan infrastruktur yg baik. Smentara klo disini mcm2 obstaclenya mulai dari teknologi alat, sumber daya, market, demand, dll. (mulai yg bisnis2 stuff saya udh ga ngerti ;P)

yg bikin saya ketawa adalah, kalo kerja di perusahaan Jerman kamu udh bisa zakat dari gaji pertama, lah kalo bikin pabrik sendiri?

saya diem aja, karena emang gatau mau jawab apa. tapi ada satu hal yg saya setuju, pelajarilah bidang science yg line industrinya jelas. research tanpa industri itu jalan di tempat. susah majunya. soalnya di zaman ky sekarang, keduanya hrusnya saling mendukung. biar sustainability antara teknologi dan research tetep ada. toh riset juga ujung2nya dipake industri juga. klo riset gabisa dimanafaat ya utk apa diriset? dan riset butuh industri, terutama dari sisi cost nya. kalo saya liat di negara2 maju memang sudah seperti itu. terutama yg topik riset saya di jepang nanti (kalau jadi, Amin ya Allah). riset saya nanti di fund langsung sm pemerintah Jepang. asik abis

ya begitulah. scientis yg idealis dan industrialis. saya msh gatau mau jadi yg mana ke depannya. itu sekali lagi, pilihan hidup. saya sih ga ambil pusing, toh nanti jg ditunjukkan pathway nya, saya pengen menikmati detik2 terakhir di ITB dengan kerja keras. jadi saya akan mendapatkan lebih dr yg saya harapkan.

5 months to go to be bachelor of science..

 

Written by travelindream

February 2, 2012 at 2:38 am

Posted in Article, Life, Review

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.