Travelindreamworld…

my dream, my thought, my desire

Lajang dan Menikah

leave a comment »

I hope life’s getting better after this. yes I’m home, need some spaces after another ‘rush’ hour in lab. dan saya terlalu takut utk SDS-PAGE lagi untuk ngecek apakah proteinnya udah murni apa belom. huhuhu

anyway, it’s sunday. the day I decided to leave my TA for a while, then having another me-time to just reading and earning new inspirations. Mostly I spend it with reading books which I bought lately or just sitting in front of my laptop, reading people’s blog, or chatting ngalor-ngidul with si Mumut, while he plays Football Manager.

Lately I finished reading a novel, entitled ‘Rumah Coklat’ by Sitta Karina and finally got stuck in this blog: http://lajnmen.blogspot.com/

hoho dari judulnya saja sudah bisa ditebak itu novel dan blog untuk segmen wanita-wanita muda, urban, yang baru dan akan atau masih galau untuk menikah. well, setidaknya dari sini saya bisa menangkap kalau menjadi wanita modern, di zaman serba instan, berkarir, dan punya anak, plus hidup di kota besar kaya Jakarta, menimbulkan kegalauan tersendiri di kehidupan setelah berkeluarga. ya syukur-syukur kalau dapet suami yang family man, lah ini kalau suaminya jerk dan suka flirting di tempat kerjanya? hehehe, you can guess what’s gonna happen.

Sebenarnya saya ga begitu tertarik-tertarik amat dengan ‘marriage things’, tapi saya lumayan tertarik dengan ‘post-marriage things’. Hal-hal apa saja yang akan saya hadapi setelah menikah dan bagaimana menanamkan agama dengan baik setelah menikah nanti. tidak terjebak dengan kehidupan dunia yang begitu hedonis dan seringkali membuat kita jarang bersyukur.

Sekali lagi, kalau mau flashback ke awal ya, tujuan menikah itu apa sih sebenarnya? Terutama untuk perempuan lucu seperti saya ini,sebenarnya apa sih esensi menikah itu?

banyak perempuan yang menunda atau belum berani untuk menikah karena belum yakin kalau pasangannya adalah  ’the right one’ atau yang paling sering, takut kehilangan kebebasannya setelah menikah. karena saat menikah kita gabisa lagi kongkow2 seenak hati sama temen2, atau belanja2 baju lucu atau ngopi di Coffe bean, yang satu cup cappucino setara makan 3 porsi di Kantin Bengkok.

Nah yang paling rumit lagi adalah untuk perempuan yang ingin berkarir setelah berkeluarga. Perempuan tipe seperti ini (termasuk saya sih, ehehhe), biasanya mandiri dan berkeinginan untuk mencapai aktualitas diri tertinggi. Nah biasanya masalah Istri atau Ibu karir begini yang menimbulkan banyak friksi2 dalam rumah tangga. Iya kalau suaminya fine2 aja, lah kalau suaminya ga ridho? apalagi kalau earning istrinya lebih besar dari suaminya? hehehe, guess what will happen..

Saya sering banget denger curhatan Ibu2 S3 di lab. Yang paling susah untuk Ibu2 Ph.D ini (this is what I call women who still doing the research for her Ph.D while she already had children) adalah konsentrasi untuk riset dan anak (lah suaminya dikemanain yal? wkwkkw). Kayanya pas Ibu-ibu ini nyampe lab, supaya bisa tenang ngelab, semua urusan rumah harus sudah beres. Harus memastikan kalau anaknya oke2 aja dan suami terpenuhi kebutuhan sebelum ngantor. Tapi tetep aja, jadi Mommy scientis never be that easy. Harusnya riset itu ya full fokus riset, tapi ternyata kalau sudah berkeluarga get away lah itu browsing2 di rumah nyari jurnal. karena kalau udah di rumah, menurut Ibu2 itu, ya ngurus anak dan suami. Makanya waktu di lab jadi efektif banget  karena di rumah sudah ada tanggung jawab yg lain.

Mau tidak mau ini jadi cerminan kehidupan saya di masa depan. Saya mau sekolah lagi. Kalau Allah mengizinkan ya sampai Ph.D, kalau memang sampai master yasudah tidak apa2. well, saya mau jadi apa sih sebenarnya sekolah tinggi2 kalau memang ujung2nya jadi ibu rumah tangga?

Maka dari itu, sebenarnya yang paling penting sebelum menikah adalah PERSIAPAN. kenapa saya bilang paling penting? soalnya menikah itu beda sama pacaran. kalau pacaran udh ga sreg tinggal putus, ga usah repot2 ke KUA ngurus sidang perceraian.

Persiapan disini bukan cuma persiapan untuk resepsi nikahan, tapi persiapan untuk keseluruhan. Saya gatau akan nikah kapan, tapi kalau persiapan menikah gak ada salahnya dong saya lakukan dari sekarang?

Intinya, buat saya pernikahan adalah cita-cita ter’paling ga mungkin’ jika suatu saat terwujud. gimana ngga? saya yang ga mau diatur-atur, males beberes, gabisa masak, hobi tidur, ujug2 menikah dan harus mengatur hidup untuk dua orang.

makanya, saya bilang persiapan itu adalah hal terpenting. intinya mental harus siap, salah satunya adalah menentukan prioritas dan cita-cita setelah menikah. Saya mau jadi apa sih sebenernya? ada deh ;P

yang jelas gak semuanya akan saya share disini. cuma pemikiran saja tapi tidak dengan hal2 privasi. Yang jelas setelah baca-baca, jadi ibu rumah tangga tidak se’boring’ yang saya pikirkan sebelumnya. toh quality time dengan keluarga tidak akan terbayar dengan apapun.

tapi yang jelas saya tetap ingin membangun passion scientis dan menulis saya setelah menikah nanti. Tpi tetap tidak kehilangan esensi dari ngurus anak dan suami. Intinya bagaimana perempuan adalah tiang keluarga, dan berusaha membalancekan segala sesuatunya dalam rumah tangga. yes I’m gonna be a supermom!

satu lagi, getting to know who will be your husband is very important thing to do. At least kita harus tau sifat2 dasar dan karakter keseluruhan before we spend all of our life with him.

bagi saya, apa yang saya lakukan saat ini, semata-mata untuk masa depan juga. Salah satunya, ikut pertemuan Pak rektor di hari rabu. Selain untuk cari inspirasi riset, saya juga pengen tau politik kampus dan pandangan-pandangan Pak rektor mengenai kebijakan di dunia pendidikan Indonesia. Haha jarang2 loh kesempatan kaya gini, dan saya anak s1 2008 sendiri yang ikutan. cuek aja, untuk sesuatu yang worth it ky gitu ya saya bela2in datang. Satu hal lagi, saya in love with someone who’s dreaming to be an ITB rector someday. Siapa tau mimpi itu terwujud, saya sudah siap mental.

well well well, apapun itu, lajang atau menikah sama-sama punya resikonya sendiri-sendiri. So, apapun itu, persiapakanlah pilihan tersebut dengan baik. jadi lajang yang baik, atau istri yang baik.

hahaha, minggu depan saya mau ikutan sekolah pra-nikah di Salman. I’ll post it later. promise.. :P

 

 

 

 

Written by travelindream

February 12, 2012 at 2:25 am

Posted in Article, Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.