Author Archive
sialan
kenapa bisa ada orang sesialan dan sekurang ajar itu?
semoga elusi imidazol saya berhasil ya Allah
BETE
BEEEEETEEEEEEEEEEE
Huruf BE dan huruf TE, jadi BE-TE
ya Allah BETE..
apa susahnya bales satu message aja sih??????
ohh
mikroalga
chlamydomonasÂ
yeast
saccharomyces
protein
his tagged
rekombinan
mutasi
tolong alihkan perhatian saya malam ini supaya bisa tidur tenang..
*kayanya kalo ky gini pulang lab jam 10 mlm lebih mending ya, drpd pulang lab cepet dan BETE..
Astagfirullah..
me-for the future
I guess what I’m gonna be be for the last 10 years..
hahahaaha
yang jelas saya mau jadi
traveler- keliling dunia, ketemu banyak orang, liat macem2 bangunan yg cuma bisa saya liat di TV, belajar banyak bahasa, melihat peninggalan org2 jaman dulu, liat langit di setiap tempat yg saya pijak…
writer-saya pengen nulis. nulis apapun. menulis yg bikin hati senang, menginspirasi orang lain, melihat dunia dari perspektif lain. bagi saya, menulis itu kaya menyelam jauh ke dalam neuron2 otak saya. tiap kali memikirkan apa yg akan saya tulis, rasanya saya bisa merasakan sel-sel otak saya membuat sinapsis baru, dan asetilkolin terinduksi untuk mengingirim sinyal2 antar dendrit.
guru- ya, ini cita2 yg saya pikirkan akhir2 ini. dari mulai kakek, ua, dan ibu saya, semuanya guru. ya guru, bukan dosen. apalagi dosen ITB. no way. ITB ga butuh saya. Kalo ada temen2 yg bilang, jadi dosen ITB aja. ga usah pinter2 bgt, yg penting bisa jelasin. No way, kalo saya bilang. buat saya ITB itu kaya kastil windsornya queen ELizabeth. megah, semuanya ada di kastil itu, tapi dingin. sekali lg, saya yakin ITB ga butuh saya. tepatnya orang2 seperti saya. walaupun saya berdedikasi, tapi ITB butuh org yg lebih dari berdedikasi. ITB itu dingin, dan cukuplah saya mendapat pendidikan dari sana. cukup. saya mending jadi guru. untuk anak2 yg butuh belajar, ya cuma butuh belajar. bukan org yang berambisi untuk dapet nilai bagus dan lulus cumlaude. ambisi saya tidaklah sebesar ambisi ITB. ITB butuh org yg kompetensinya melebihi saya sekarang, dan I’m not capable for that thing. walaupun saya sempet mikir pgn bantuin ITB membangun suatu saat nanti, dgn ilmu dan network yg saya punya, tapi ngga jadi deh. ya, ITB ga butuh saya.
Industri- I absolutely want to learn how to be a research consultant in industry. saya pengen jadi konsultan R&D pertamina. Energi selalu jadi cita2 saya sejak dulu, karena manusia gabisa berlama2 hidup dengan minyak bumi. kenapa saya tertarik industri? lately saya mikir. saya pgn berkontribusi besar suatu saat nanti. kalo research skala universitas, rasanya utk di Indonesia, research yg dilakukan di lab rata2 cuma berapa persen yg kepake di industri. sisanya nanggung. paling jadi publikasi lah yah. untuk go industry harus punya kriteria dan network yg lebih oke lagi. hahahaha ga taulah kalo pikiran saya salah lagi, tapi yg pasti saya pengen bantu pemerintah bangun sekuritas energi Indonesia.
Research- yes saya pgn research. I wish 10 taun lagi BPPT buka cabang di Bandung untuk lingkungan dan biotek nya.. terus tetep dong, cita2 Habibie award di bidang life science masih terpatri dalam jiwa raga.. hehehe..
A mommy and a wife- ini sih bukan cita2. tapi memang fitrah saya sebagai perempuan. hahaha saya ga peduli mau jadi apapun nanti, yg jelas saya akan selalu jadi ibu yg baik dan istri yg nurut suami. saya akan menjadi supermom dan superwife. bangsa yg besar, dimulai dari keluarga yg super.
that’s all.
semoga salah satu ada yg tercapai ya..
saya akan flash back tulisan ini sepuluh taun lagi.
mereka ulang
Pada hakikatnya, manusia hidup untuk bermakna. kalo di Al-Qur’an, setiap manusia adalah khalifah di bumi, dan mempunyai fitrah untuk beribadah. Again, makna ibadah disini luas. gak cuma ibadah2 yaumiyah saja, tapi termasuk apa yang dilakukan setiap harinya. dari bangun tidur, sampai tidur lagi. well, kesannya ko serius amat ya? awalnya saya mikir gitu sih, tapi ya menurut saya, sebagai muslim yang baik, harusnya 24 jam itu untuk beribadah. at least, NIAT untuk beribadah. bangun tidur baca doa, mau masuk kamar mandi baca doa, berangkat kuliah baca doa lagi, peaceful sekali ya kelihatannya. yaa buat saya yg ga alim2 bgt, setidaknya hal2 kecil tapi rutin tsb selalu saya lakukan. kenapa? supaya saya terjaga dari hal2 buruk, yang mendisorientasikan hal2 rutin yg saya lakukan sehari2nya.
susah. ketika belajar rajin, ditanya alasannya kenapa? supaya nilai bagus. terus, pas ditanya, kenapa pas ujian nyontek atau kerjasama? alasannya, ya supaya nilai bagus, ga di bawah rata2. terus pas ditanya, kenapa rajin TA? ya supaya cepet lulus. Nah, saya sering mikir. hmm kontemplasi sendiri sih, terus ibadahnya dimana? semua alasannya itu dunia. toh kalo ngejar dunia, itu ga akan abis2 dan ga akan puas2 men. cape aja rasanya ujung2nya. penat.
nah, makanya saya suka reka ulang lagi. kalo lg ngerasa cape kuliah, TA ataupun melakukan hal lainnya. tujuannya apa? apakah benar tujuan saya untuk dunia atau ibadah? ya klo saya ngomong ibadah disni, notabenenya adalah akhirat yah. apakah saya kurang ikhlas melakukannya? sama aja kaya saya mau solat tapi rasanya malesss luar biasa krena sudah ngantuk.
kadang saya mikir lagi. saya cape2 belajar, penelitian, dan kalau misalanya amalan yg pertama dihisab adalah solat. lah ntr apa yg saya lakukan kaya nonetheless dong.
sebenarnya saya melakukan ini semua untuk apa sih?
hahhaahahaha
cuma bisa ketawa. Ya Allah, apakah sudah benar niat saya, amalan yg saya lakukan sekarang apakah ada nilainya di depanMu?
Again, saya mereka ulang. okelah, sekarang saya harus mengakhiri apa yg sudah saya mulai.
dunia tidak akan abis, unless dunia ini kiamat.
saya cuma ingin mengerti sepersekian dari ilmu Tuhan saya saja.
karena pada hakikatnya saya cuma manusia.
tulis-menulis
I lost my focus. I dont know why. I lost my spirit. I’m way much exhausted. This week I felt like I’m a robot. Doing such experiments, class, assignment, home at late nite. those routinity absolutely make me no longer available for myself.
I know I have to survive, but I feel like I’m so much bored. not much interested with things I did recently. I know I have to finish my final year project, but I kinda feel bored. reeaaally bored. I need freedom, to be free to owe my life.
No need to be control of this suck routinity.
I like research. I love my life in this last part of ITB.
But I lost one thing, writing.
Really I miss writing.
I lost my imagination brain.
whoaaa
and this happened last thursday.
I joined writing workshop with Ahmad Fuadi. The told me to write something about the video. The video was about moslem in Somalia. It’s irritating to see a life like in there. How thousand people suffering from drought, illness, whoaa what a life.
then yous should see what I was writing, OPINION! yes I wrote my opinion about situation in Somalia and Islam.
And guess what other people wrote, FICTION!
oh NO! They wrote FICTION. story about things happened in somalia based on their imagination, dan kata2 lebay puitis begitulah..
damn it. I want to sank, hiding my face nowhere else..
gw salah bikin tulisan!!!
oh men, malu banget.
dan disnilah saya sadar. kalo selama kuliah ini, I’m totally lost my ‘fiction’ brain. beda sekali dengan SMP-SMA dulu. tulisan saya kebanyakan tentang fiksi dan puisi2. dulu masih bisa disuruh nulis dengan kata2 ‘lebay’.
sekarang udah mandek bangeeet. huwee gabisa lagi disurug mengkhayal tinggi2 ttg apapun. udah mandek bgt kalo disuruh nulis cerpen lagi..
But, I’m thinking again. tulisan menggambarkan kepribadian seseorang. well, kalo tulisan saya berubah, artinya ya memang ada perubahan di dalam diri saya. selama kuliah, memang saya jauh lebih ambisius dengan akademik. yang saya tulis kebanyakan adalah laporan praktikum, laporan KP, laporan penelitian. semuanya harus objektif berdasarkan riset. saya juga udah jarang bgt baca novel ataupun buku sastra, so yasudah mandek bgt kalo disuruh nulis2 kaya fiksi lagi.
anyway, saya geli sendiri kalo mikirin saya salah nulis tulisan lagi. akhirnya yg saya lakukan adalah menggubah tulisan saya tersebut jadi sedikit agak ‘cerpen’. tadinya mo saya post tapi endingnya belom ketemu jadi ya males juga post disini.
ga apa2 lah yah jadi kenang2an, hoho.
senang juga ikut seminar ttg nulis fiksi, jadi nostalgia ke zaman2 SMP- SMA, saya dulu anteng bgt di depan komputer nulis cerpen.
hahahahhaa
hidup itu lucuu..
saya diajarkan untuk tidak selalu langsung menemukan apa yg saya inginkan.
sama aja kaya tulisan. pada akhirnya, saya yg menentukan lebih suka menulis tulisan tipe apa.
sesuka hati saya aja, mau nulis apa. kaya tulisan di wordpress ini..
mungkin orang lain punya tulisan fiksi yg lebih baik dari saya, tapi ya so what? saya juga punya kemampuan sendiri ko. harusnya ga usah ngebanding-bandingin sama org lain ya. fokus aja sama optimasi tulisan sendiri.
yg jelas, semoga semua yg saya tulis, bermakna..
at least buat saya sendiri yaa..
haha
I won’t give up
This song is absolutely capturing my heart right now.
Dear you,
I am sorry for this morning.
I wont give up..
on us..
When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find
‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up
I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you’re still my friend at least we did intend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I’ve got, and what I’m not
And who I am
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
Still looking up.
I won’t give up on us (no I’m not giving up)
God knows I’m tough enough (I am tough, I am loved)
We’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
God knows we’re worth it (and we’re worth it)
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
I have more fire to burn
Saya mau nulis dulu sedikit saja. tentang kegagalan, lebih tepatnya memaknai kegagalan.
Buat saya yang notabene biasa saja, prestasi segitu2 saja, seharusnya gagal bukan hal baru lagi. itu suatu hal yang jadi makanan sehari2 dan ga usaha sampai harus depresi.
tapi definisi dari ‘memaknai kegagalan’ itu yg agak ribet. kalau dibilang saya baik2 saja, ngga juga. sebenarnya yg terjadi adalah saya tidak mau jadi orang bodoh yang kedua kalinya.
kalau mau jadi scientist, harusnya mikir. kalo eksperimen harus ada basicnya. landasannya. kenapa begini kenapa begitu. ga asal jebrat jebret kerja tanpa tau apa yg dilakukan. atau asal ngikut2 metode orang lain. walaupun itu benar tapi kalau kita ga ngerti itu buat apa, ya nol besar.
tugas akhir saya luar biasa twisted. 10 kali gagal mah ada ya lah, lebih mungkin. tapi tiap gagalnya saya belajar. belajar yg banyak. pagi siang gagal, malam saya belajar. sambil berdoa ya Allah semoga besok saya diberi kekuatan untuk belajar lagi.
ya kalau dengan gagal saya bisa belajar lagi, kenapa ngga?
misahin dua protein jadi satu aja luar biasa susahnyaaa. siapa yg salah ya sebenarnya?
kalo baca jurnal terus liat hasil yg oke, rasanya saya pengen ngerobek2 aja itu jurnal. padahal saya ga tau seberapa ratus kali si author itu gagal utk dapet hasil ky yg dipublikasikan.
oke, sekarang saya sedang berproses. berproses butuh kesabaran, kedewasaan, ketajaman berpikir, dan insting tentu saja. so far, saya merasa kalau tangan saya ‘agak’ dingin untuk masalah protein. hehehe
bukan sombong, tapi saya merasakan banget kalo memang ada beberapa org yg diberi ‘gift’ untuk bisa langsung dapet hasil bagus.
tapi saya pikir, bukan masalah orangnya sih. kecintaan orang itu terhadap objek yg sedang dikerjakannya. kalo mau SDS PAGE, ya harus sepenuh hati melakukannya. harus tau metode sampai teori dasarnya kalau bisa.
sekarang saya mau belajar lagi.
kalau segini sudah nyerah, gimana S2, S3 dan seterusnya? gimana bisa dapet Habibie Award? Gimana bisa jadi orang yang menjadi bagian dari kejayaan Islam?
aaah mimpi saya masih banyak. masih tinggi di ujung langit.
I have more fire to burn..
hm
saya juga tau ko dia sibuk, tertekan, marah, merasa diatur.
mungkin gak tidak suka dengn keputusan sekarang.
tapi ya jangan egois.
saya juga disini sama.
stress,tertekan, whatsoever…
yaudah sih biasa aja…
Juli oh Juli
Saya membayangkan berapa banyak mahasiswa ITB yang galau gara2 TA dan skripsi dan sidang sarjana. Soalnya sekarang giliran saya yg ngerasain nih.. T_T
Stresss, muka kusam jerawatan, tidur ga nyenyak, merasa berdosa kalau buang2 waktu ga jelas.. apalagi yg paling menyesakkan adalah kalo gagal di saat waktunya udah mepeeet gilagilaan.
Berhipotesis sambil eksperimen bener ga yaa hasilnya bakal ky gini. apalagi deal with PROTEIN, oh men yes PROTEIN, molekul labil yang entah maunya apa. zzzzzz saya dikerjain bgt sama itu protein. seminggu lebih ngutak ngatik SDS PAGE, sampai akhirnya mendapat jawaban yg oke. kenapa protein yg ukurannya kecil harus pake persenan gel yang besar. dan skrg protein saya lagi distaining nih, entah besok muncul apa ga itu si protein. kalo hipotesis saya bener sih harusnya adaa yah.. sedikiiiiiiiiiiiiit aja..
plis biar saya dapet kondisi optimum NaCl. aduh saya desperate bgt. belom lagi  tinjauan pustaka ga kelar2.
ditambah saya harus LULUS JULI karena sudah memegang Tokyo Tech dan kandidat monbusho pluuus ngurus ‘hal itu tuh’. makinlah semester 8 membara!
tekanannya luar biasaaa. bukan tekanan ideal lagi. udah reversibel. bolak balik melulu ga abis2. subhanallah, luar biasa ujian dariMu untuk saya..
tiap semester pasti punya cerita masing2. tapi yg jelas saya harus bisa bagi prioritas. apa yg mau dicapai. secara udah bulan april aja inii. Ya Allah, pengen lulus juli bukanlah suatu hal yg tinggi-tinggi amat bukan?
udah muel bgt ya Allah.. saya pengen tidur tenang dan merasakan muka mulus berseri.
harusnya sih saya santai-santai aja. tinggal dikerjain sebisa mungkin, pasti bisa lulus juli. saya tinggal ‘REsearch’.ngulang hal2 yg sudah saya kerjakan dengan lebih perfect.
Bisamillahirrahmanirrahim.. saya bisa lulus Juli!
Allah tidak menimpakan beban yang lebih berat dibandingkan kemampuan hambaNya…
go away eviilll!!!!!!!!
saya pengen banget mengenyahkan setan-setan dalam diri saya. seenyahenyahnyaaa, beneran sampe si setan2 itu pergi lari terbirit2. saya benci diri saya yg kaya gini. benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!
kalo udah kaya gini pengen nangis aja rasanya.
-mood swing yg bikin pgn nyekek leher-